Ketertinggalan Dalam Pembangunan Menjadi Pemicu PDOB Kabupaten Jampang
![]() |
| Endim Opandi (kiri), Moch Sadevah Sumarna (kanan), dan Penggiat lainnya saat menghadiri undangan Sekda Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung |
Keinginan masyarakat jampang semakin menguat untuk terus berjuang mendorong pemekran Kabupaten Jampang. Hal ini di dasari karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap wilayah selatan sukabumi, sehingga tanah jampang yang disebut-sebut sebagai tanah legenda yang memiliki kekayaan potensi sumber daya alamnya, kini masyarakat panjampangan merasa seolah-olah dibuang oleh pemerintah daerah kabupaten sukabumi.
Moch Sadevah Sumarna, salah satu penggiat pemekaran
Kabupaten Jampang mengungkapkan, pembangunan di wilayah jampang hampir tidak
kelihatan dan sangat miris ketika masyarakat panjampangan selalu tersisihkan
tidak dapat merasakan pembangunan yang terus di canangkan oleh pemerintah, apalagi
di wilayah dapil dua, sepanjang jalannya boro-boro bisa melihat keindahan
bangunan pemerintah atau pabrik-pabrik yang ada cuma rumah-rumah sederhana dan
jalanan rusak.
Padahal, lanjut Devah, Hasil kekayaan dari bumi
Jampang seperti pasir besi, itu sudah milyaran rupiah per bulan memberikan
pemasukan buat pemerintah daerah, belum lagi wisata seperti ujung genteng,
geopark ciletuh dan juga Kandungan emas murni yang berada di kecamatan ciemas,
itu kadar emasnya melebihi kadar emas yang sekarang ditabang oleh PT. freeport
di papua. “Tapi mengapa sekarang dimata dunia kadar emas yang dimiliki PT.
Freeport terbaik seduni ?” karena pengolahan diwilayah ciemas belum secanggih pengolahan
PT. Freeport.
Jampang itu terdekat, terluar dan tertinggal dari Ibu
Kota, Maka disitulah kita harus bangkit untuk memperjuangkan supaya Kabupaten
Jampang Ngawujud, karena tidak ada pilihan lain buat jampang selain mekar,
untuk mengejar ketertinggalan. Pemekaran tersebut berdasarkan keinginan dan
diperjuangkan oleh masyarakat jampang sendiri.
Dan nanti, lanjut Devah, jika jampang menjadi sebuah kabupaten
maka secara otomatis sumberdaya yang ada itu akan diolah, dan hasilnya pun akan
di nikmati, dirasakan oleh masyarakat jampang juga.
Pembangunan yang direncanakan pemerintah seperti yang
diutarakan oleh sekda pemprov tentang pembangunan tol, pelabuhan dan bandara di
wilayah panjampangan yang akan mempermudah akses ke wilayah jampang, itu bisa
sangat menunjang untuk jampang menjadi sebuah kabupaten. Termasuk juga putera
daerah yang sekarang kebanyakan merantau keluar kota atau luar negeri itu akan
kembali ke tanah kelahiran untuk menikmati kekayaan potensi sumber daya yang
sebenarnya dimiliki oleh jampang, bahkan bisa menarik pendatang sebanyak
mungkin untuk mencari kehidupan di tanah jampang.
Moch
Sadevah, mengatakan bahwa untuk wilayah yang masuk dalam pemekaran kabupaten
Jampang terdiri dari 18 Kecamatan yang diusulkan berada diwilayah Daerah
Pemilihan II dan III.
Insya
Allah apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan masyarakat Jampang untuk bisa
mekar bisa segera terwujud. cita – cita kami dalam memperjuangkan Pemekaran ini
didasarkan pada hasil beserta pertimbangan-pertimbangan yang obyektif dengan
bertujuan untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Akan
tetapi, tujuan pembentukan kabupaten Jampang ini tidak dapat dilihat
semata-mata dari dimensi administrasi dalam arti untuk meningkatkan
penyelenggaraan pemerintahan yang efisien dan efektif saja , akan tetapi bisa
juga dari aspek ekonomi, politik dan sosial budaya.
Perjuangan ini memang benar-benar kita lakukan dengan
serius untuk mendapatkan pembangunan di panjampangan supaya setara dengan
kota/kabupaten lain yang sudah berkembang. Dan memang sudah seharusnya wilayah
selatan terutama jampang memiliki fasilitas bermutu.
Banyak orang berkata yang kedengarannya tidak mengenakan,
tapi kami tidak akan berhenti berjuang, karena kami tidak mengharapkan timbal
balik dari hasil perjuangan ini. Karena yang jelas alasan kami adalah, lebih berharga
mewariskan perjuangan kepada anak cucu kami daripada mewariskan harta benda,
karena harta benda ada habisnya. Yaa, Setidaknya bisa membuat jampang lebih
baik.
Untuk pemekaran sukabumi utara itu di danai dari APBD
Pemda Kabupaten dengan angka yang fantastis, sedangkan jampang hanya mendapat
dukungan dari Pemda Kabupaten tetapi sampai saat ini masih modal dengkul. “Kalau
memang keberatan untuk membangun jampang, ya apa susahnya untuk memisahkan
jampang dari induknya”.
Persepsi aparatur pemerintah menganggap bahwa putera
daerah jampang jarang yang berpendidikan tinggi, “padahal pada kenyataanya
sangat banyak lulusan dan yang sedang mengenyam Pendidikan di sekolah dan
perguruan tinggi terkemuka”.

No comments